Jika Aku Menemukan Sebuah Pemikiran

Jika aku menemukan sebuah pemikiran, aku akan mempelajarinya selama lima hari tanpa henti untuk membangun keyakinan akan pemikiran itu, kemudian aku menghabiskan sepuluh hari, bahkan lebih untuk membangun keraguan atas pemikiran itu.

Sebagian orang mentertawaiku. Jawabku, aku hanya berhak meletakkan keyakinan penuhku pada Al-Quran dan Al-Hadist, Secemerlang apapun pemikiranmu duhai manusia akhir zaman, sesungguhnya Rasul kami telah bersabda,

Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. (HR.Bukhari 5/191, dan Muslim 2533).

Lanjutkan membaca “Jika Aku Menemukan Sebuah Pemikiran”

Islam: Cara Kaya Dunia Akhirat

Bismillah, Islam tidaklah membedakan cara untuk meraih bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, Islam tidak pernah memerintahkan ummatnya untuk miskin di dunia untuk agar kaya di akhirat. Para sahabat terdahulu yang mulia, mereka kaya di dunia dengan cara yang sama untuk kaya di akhirat. Para sahabat terdahulu kaya di akhirat dengan cara yang sama untuk kaya di dunia. Apakah cara itu? Cara yang dapat memperkaya kita di dunia dan akhirat? Cara itu adalah Islam.

Islam bukanlah cara untuk hanya kaya di akhirat, Islam juga cara untuk kaya di dunia .

Lanjutkan membaca “Islam: Cara Kaya Dunia Akhirat”

SHARIA ECONOMIC FORUM Raih Penghargaan pada FOSSEI Award 2013

Beberapa nominasi FoSSEI Award 2013 untuk kategori Kelompok Studi dengan media terbaik yaitu KSEI Universitas Lampung, KSEI Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma, KSEI Universitas Sebelas Maret, KSEI UGM, dan KSEI Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dan akhirnya keluarlah nama Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma sebagai pemenang Kelompok Studi dengan Media Terbaik Nasional Se-Indonesia pada FoSSEI Award 2013. Kategori penilaian tersebut berdasarkan media yang dimiliki baik itu website dan media sosial lainnya serta intensitas update berita ekonomi syariah terkini dan banyaknya jumlah pengunjung maupun followers. Plakat dan Piagam penghargaan diberikan oleh FoSSEI kepada Khairul Adianto selaku Ketua SEF Gunadarma periode 2012-2013. Lanjutkan membaca “SHARIA ECONOMIC FORUM Raih Penghargaan pada FOSSEI Award 2013”

Dua Kehilangan, Beda Reaksi, Terukurlah Cinta

Jika kau ingin tahu kemana kau kembali, lihatlah apa-apa yang kau cintai hari ini, adakah yang kau cintai akan menjadi pemberat timbangan kebaikanmu?

Alhamdulillah berlalu sudah hari Jumat, tanpa terompet sangsakala, berarti Bumi beserta isinya masih diizinkan tuk melanjutkan mengumpulkan bekal pulang. yang unik dari Jumat kali ini, Allah memperlihatkan dua kejadian yang sama prosesnya, tapi beda objeknya, beda pula hasil reaksinya, dari situlah terukur cinta. yang jadi aktor hari ini cukup tiga orang saja, yaitu aku dan kedua adik ku, sebut saja mereka Bagas dan Heri. Lanjutkan membaca “Dua Kehilangan, Beda Reaksi, Terukurlah Cinta”

MENGENAL FILOSOFI DAN ETOS KERJA

8Seseorang bersekolah dengan suatu harapan, suatu saat akan memperoleh pekerjaan Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula harapan seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik atau mapan jika ditinjau dari sudut penghasilan, fasilitas, kedudukan, jabatan, maupun penghargaan. Meskipun pada kenyataannya cukup banyak contoh tingginya pendidikan seseorang belum tentu akan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan, fasilitas, kedudukan, maupun penghargaan seperti yang diharapkannya. Rendahnya pendidikan seseorang juga bukan merupakan indikator mutlak ketidakberhasilan seseorang jika ditinjau dari segi penghasilan yang diperoleh dan kemapanan kehidupan keluarganya.

1.   Filosofi Kerja

Bekerja memiliki makna yang dalam dan mulia. Bekerja bukan sekedar mencari penghasilan yang bersifat materialis. Bekerja bermaksud mewujudkan potensi-potensi diri, untuk kebajikan, dan kemuliaan ummat manusia. Nilai pekerjaan seseorang tidak melulu dilihat dari hasil gajinya, penampilan pakaian, dan kantornya yang mewah, tetapi dilihat dari nilai amanahnya, makna psikologis, dan makna spiritual bagi kehidupan ummat. Lanjutkan membaca “MENGENAL FILOSOFI DAN ETOS KERJA”

PATOLOGI SOSIAL DAN KENAKALAN REMAJA

akibat-kenakalan-remajaPatologi Sosial. Patologi sosial dalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap sakit. Disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Berasal dari kata Phatos (Yunani) : penderitaan, penyakit. Secara Definisi berarti : Semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal. Pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan, sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok, atau yang sangat merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan sosial patah sama sekali.

Pelaku patologi sosial dikategorikan dalam tindakannya :

  1. Kontak fisik langsung(memukul,menendang,mendorong dan lain-lainnya)
  2. Kontak verbal langsung(memaki,mencela,memberi panggilan jelek,dan lain-lainnya)
  3. Prilaku non verbal langsung (sinis, mengintimidasi)
  4. Prilaku non verbal tidak langsung (mendiamkan,menjauhi)
  5. Pelecehan seksual patologi ini sering dilakukan di dunia pendidikan baik sekolah atau kampus, mungkin yang lebih terkenal yaitu perpeloncoan. Lanjutkan membaca “PATOLOGI SOSIAL DAN KENAKALAN REMAJA”

Organ Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.

Organ reproduksi dalam terdiri dari :

  1. Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan.
  2. Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium.
  3. Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar  dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.
  4. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan abantuan silia pada dindingnya. Lanjutkan membaca “Organ Reproduksi Manusia”