Agama dan Ideologi

benderaSecara sederhana, pendapat yang mengatakan bahwa “menjadikan pancasila sebagai ideologi merupakan sebuah bentuk mengagamakan pancasila” dapat dibantah karena bangsa ini memilki kebebasan untuk menterjemahkan Pancasila itu sendiri, untuk menyederhanakan Ideologi hanya sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukanlah agama karena kesederhanaan dan keumuman nilai-nilai yang terdapat di dalamnya, sedangkan agama sangatlah kompleks untuk diterjemahkan dan nilai-nalinya yang bersifat khusus bagi penganutnya, sedangkan pancasila menjadi sebuah nilai-nilai umum yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia, apapun latar belakang agamanya.

Pancasila berbicara tentang kebaikan, sedangkan agama berbicara tentang kebenaran. Ada kalanya kebaikan menjadi bagian dari kebenaran dan sebagian dari hukum kebenaran itu dapat di-iya-kan oleh nilai-nilai kebaikan itu sendiri. Namun, tetap terdapat bagian dari kebenaran yang tidak dapat tersentuh oleh nilai kebaikan, begitupun sebaliknya, tidak semua nilai kebaikan merupakan kebenaran. Sebagai contoh, memakan daging sapi adalah hal yang baik, terutama pada masa pertumbuhan, namun hal ini tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu karena mereka melarang umatnya untuk memakan daging sapi.

Beruntungnya, setiap nilai yang terdapat di dalam Pancasila bersifat baik dan benar, sehingga dari segi etis kita bias mencernanya sebagai sebuah kebaikan, sedangkan dari segi keyakinan kita sebagai umat beragama hal itu juga dibenarkan. Secara etis kita meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan, secara agama pun manusia diajarkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang wajib disembah. Nilai-nilai kesepakatan ini tidak member celah untuk terjadinya pertentangan ketika seseorang menjalankan kedua nilai tersebut, yaitu Pancasila sebagai norma berbangsa dan bernegara guna mencapai sebuah kemakmuran dalam sebuah kemajemukan, dan Agama sebagai sebuah pilihan hidup yang jauh lebih kompleks menuju kesejahteraan dunia dan kehidupan setelahnya. Pancasila justru memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat untuk memeluk agama yang dipilihnya. Agama juga bisa menjadi bahasa yang menghubungkan antar umat beragama di Indonesia karena nilai-nilainya yang dibenarkan oleh semua agama di Indonesia, yang selanjutnya dapat dijalankan bersamaan tanpa pertentangan.

Negara kita memang bukanlah negara agama, tetapi juga tidak begitu saja menjadi negara sekular yang memisahkan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bertuhan bukanlah ciri khas sebuah agama, melainkan bagian dari kepribadian bangsa ini.

3 pemikiran pada “Agama dan Ideologi

  1. Dalam QS Al-Baqarah ayat 44, umat Islam diwajibkan menegakkan Syariat Islam dimana pun mereka berada, jika tidak mau menerapkan Syariat Islam maka akan dicap sebagai orang kafir. Maukah orang2 non muslim menghormati ibadah umat Islam yg itu (menegakkan Syariat Islam di Indonesia)? Percuma saja berideologi Pancasila, orang2 kafir pasti menentang penegakkan Syariat Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s