Lomba Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional 2009: Menyatukan Ragam Budaya Indonesia

BANDUNG, bertempat di Aula Barat ITB,  Lomba Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional 2009 berlangsung selama 4 hari dari 19 November 2009 hingga 21 November 2009.

Acara ini diselenggarakan oleh Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Depdiknas bekerjasama dengan ITB dan Universitas Katolik Parahyangan, dan pada 19 November dibuka secara resmi oleh Dirjen Dikti, Fasli Jalal.

Paduan suara mahasiswa, menurut ketua panitia pelaksana, Laurentius Tarpin, merupakan sebuah wadah untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat mahasiswa dan juga merupakan sarana yang mempengaruhi cara berpikir, cara merasa, cara bersikap, dan berinteraksi dengan sesama. Pada Lomba Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional 2009 kali ini, terdaftar 59 universitas dari seluruh Indonesia pada babak penyisihan. Setiap grup terdiri atas minimal 30 dan maksimal 40 peserta, sudah termasuk pemusik dan dirigen. Grup tersebut terdiri dari 4 komposisi suara di dalamnya, yaitu sopran, alto, tenor, dan bas. Seluruh grup yang telah mendaftar di babak penyisihan (59 grup) mengirimkan rekaman suara dalam format CD/DVD yang berisi 1 lagu daerah dari wilayah Indonesia, dibawakan menggunakan alat musik ataupun secara akustik. Dari 59 grup tersebut, dewan juri meloloskan 20 universitas ke semifinal. Pada babak semifinal, peserta membawakan dua buah lagu; 1 lagu yang mereka kirimkan sebelumnya, dan 1 lagu wajib yang telah ditentukan panitia.

Seusai semifinal, lolos 12 universitas untuk maju ke final yaitu  Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, ABFII Perbanas Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gunadarma, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Pattimura, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Tadulako. Pada babak final yang dilaksanakan Sabtu(21/11/09), peserta membawakan 3 buah lagu, yang terdiri dari 1 lagu rekaman yang sebelumnya dikirimkan, 1 lagu wajib yang ditentukan panitia, dan 1 lagu pilihan terikat yang juga ditentukan panitia.

Melewati babak penyisihan, semifinal, dan final, akhirnya dewan juri menobatkan Paduan Suara Universitas Padjadjaran sebagai juara I, Universitas Indonesia sebagai juara II. dan Institut Pertanian Bogor sebagai juara III.  Selain meraih juara dalam kompetisi tersebut, tim PSM Unpad juga merebut juara dalam kategori kelompok suara terbaik untuk sopran, alto, dan bass. Konduktor tim PSM Unpad juga mendapat peringkat kedua untuk kategori konduktor terbaik. Pandya, ketua PSM Unpad mengungkapkan usai meraih gelar juara ini, timnya segera mempersiapkan diri untuk mengirimkan aplikasi dalam kompetisi “World Choir Olympic” di Cina.

Satu hal yang menarik, saat acara penutupan, tampil Paduan Suara Mahasiswa Indonesia, yang terdiri dari 80 mahasiswa perwakilan dari 20 universitas seluruh Indonesia yang lolos ke babak semifinal. Pada kesempatan ini PSM Indonesia menyanyikan salah satu lagu wajib berjudul Merah Putih, ciptaan Gomloh dengan aransemen oleh Bonar Sihombing.

sumber : www.itb.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s